Pasar Smartphone India Anjlok 10%, Google Pixel dan Nothing Justru Tumbuh Subur

Penulis: Zaki Mubarak  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 10:28:01 WIB
Pasar smartphone India mengalami kontraksi 10 persen pada kuartal kedua 2026, didorong pelemahan merek asal China.

KALIMANTAN TIMUR — Laporan terbaru dari Counterpoint Research mengungkap kondisi pasar smartphone India yang kontras pada kuartal kedua 2026. Secara keseluruhan, pasar terkontraksi 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terutama dipicu oleh pelemahan merek-merek asal China, di mana Vivo dan iQOO kehilangan pangsa pasar. Satu-satunya merek papan atas yang mencatat pertumbuhan hanyalah Samsung, dengan kenaikan tipis 2%.

Nothing Melesat 105% Berkat Seri (4a) dan Sponsor Kriket

Di tengah lesunya pasar, Nothing berhasil menjadi merek dengan pertumbuhan tercepat di India secara keseluruhan. Perusahaan mencatat lonjakan pengiriman hingga 105% YoY. Counterpoint mengaitkan pencapaian ini dengan tingginya minat terhadap seri Nothing Phone (4a) dan strategi sponsor yang tepat, yaitu menjadi sponsor utama tim kriket RCB (Royal Challengers Bengaluru).

Perlu dicatat, angka pertumbuhan ini tidak termasuk lini CMF by Nothing yang sudah beroperasi secara independen sejak akhir tahun lalu.

Google Pixel: Raja Baru Segmen Ultra-Premium India

Jika Nothing menguasai pasar massal, Google Pixel justru menjadi penguasa baru di segmen "ultra-premium". Kategori ini mencakup ponsel dengan harga di atas INR 45.000 (sekitar Rp 8,6 juta). Di segmen ini, Pixel mencatat pertumbuhan 68% pada Q2 2026.

Keberhasilan ini disebut Counterpoint berkat dua faktor utama: agresivitas pemasaran dan ekspansi penjualan ritel offline. Google juga tidak menaikkan harga produknya di India, sebuah langkah yang jarang dilakukan kompetitor di tengah tekanan inflasi.

Mengapa Ini Penting untuk Pasar Global?

Pertumbuhan Nothing dan Pixel di India menjadi angin segar di tengah laporan global yang suram. Sebelumnya, Counterpoint juga mencatat bahwa pengiriman smartphone global pada 2026 mencapai titik terendah sejak 2013. India, sebagai salah satu pasar terbesar dunia, kerap menjadi barometer adopsi merek baru.

Bagi konsumen Indonesia, tren ini bisa menjadi indikasi awal. Baik Nothing maupun Google Pixel dikenal memiliki basis penggemar yang cukup besar di Tanah Air. Jika strategi yang sama (sponsor olahraga populer dan penetrasi offline) diterapkan di Indonesia, bukan tidak mungkin pola pertumbuhan serupa akan terulang.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top