BRMP Kaltim dan Pemkab Kutai Barat Sinkronkan Langkah Modernisasi Pertanian, Targetkan Produksi Pangan Naik Signifikan

Penulis: Zaki Mubarak  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 21:28:01 WIB
BRMP Kaltim dan Dinas Pertanian Kutai Barat menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi modernisasi pertanian di Samarinda, Rabu (15/7/2026).

SAMARINDA — BRMP Kalimantan Timur tidak ingin program pertanian modern hanya berhenti di atas kertas. Buktinya, lembaga ini langsung turun ke lapangan dengan menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi bersama Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat pada Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat kantor dinas setempat itu menjadi ajang penyelarasan antara pemerintah provinsi, kabupaten, penyuluh, dan para petani. Fokus utamanya adalah implementasi Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta pendampingan teknis penyaluran bantuan pemerintah.

Mengapa Koordinasi Ini Mendesak Dilakukan?

Kepala BRMP Kalimantan Timur, Dr. Ahmad Subhan, M.Sc, menegaskan bahwa modernisasi pertanian bukan proyek instan. Butuh kolaborasi erat antara pusat, daerah, dan petani agar teknologi serta inovasi benar-benar bisa diadopsi di sawah dan ladang.

"Melalui koordinasi, monitoring, dan pendampingan yang berkelanjutan, BRMP Kalimantan Timur berupaya memastikan penerapan PM-AAS serta bantuan pemerintah berjalan tepat sasaran sehingga mampu mendukung peningkatan produksi pertanian," ujar Ahmad Subhan dalam sambutannya.

Ia menambahkan, tanpa sinergi yang kuat, program senilai miliaran rupiah bisa kehilangan arah. Karena itu, BRMP sengaja menjadwalkan pertemuan rutin dengan para pemangku kepentingan di Kutai Barat.

Isi Sosialisasi: Aturan Baru hingga Teknis Pengajuan Bantuan

Dalam forum tersebut, tim pendamping modernisasi pertanian memaparkan secara detail Peraturan Menteri Pertanian Nomor 02 Tahun 2026. Materi ini menjadi penting karena mengatur mekanisme baru dalam pelaksanaan program pertanian modern di daerah.

Selain itu, peserta juga mendapat penjelasan teknis tentang tata cara pengajuan bantuan pemerintah. Harapannya, para penyuluh dan kelompok tani tidak lagi kebingungan saat hendak mengakses banper yang disediakan negara.

Kepala Dinas Pertanian Kutai Barat: Kuncinya di Pendampingan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, Dr. Ir. Stepanus Alexander Samson, M.Si., M.Sc, menyambut baik inisiatif BRMP. Menurutnya, pendampingan yang intensif menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi pertanian di daerahnya.

"Penguatan koordinasi dan pendampingan menjadi kunci agar program pertanian modern dapat diterapkan dengan baik serta memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani," kata Stepanus.

Ia juga menekankan bahwa petani di Kutai Barat perlu didampingi secara bertahap, bukan sekadar diberi bantuan alat lalu ditinggalkan. Pendekatan ini, lanjutnya, akan memastikan adopsi teknologi berjalan mulus.

Penyuluh Jadi Garda Terdepan Modernisasi

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran penyuluh pertanian Provinsi Kalimantan Timur, koordinator penyuluh (Korluh), serta Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kutai Barat. Kehadiran mereka menjadi vital karena merekalah yang setiap hari berinteraksi langsung dengan petani.

BRMP Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan guna mendukung target swasembada pangan nasional.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top