KALIMANTAN TIMUR — Mario Aji yang membela Idemitsu Honda Team Asia di kelas Moto2 datang ke Sirkuit Mandalika dengan modal percaya diri usai pulih dari cedera. Musim ini ia sempat absen di beberapa seri, namun performanya mulai merangkak naik menjelang jeda musim panas.
“Target setelah summer break ini bisa kompetitif lagi dan bertarung di barisan depan,” ujar Mario dalam media gathering Road to MotoGP di Jakarta.
Pembalap asal Magetan itu memilih tidak membebani diri dengan target hasil spesifik saat balapan kandang. Menurutnya, menikmati setiap sesi dan mengeluarkan kemampuan terbaik adalah kunci meraih hasil maksimal.
Veda Ega Pratama, rookie Moto3 asal Gunungkidul, mengaku bangga bisa balapan di hadapan publik sendiri. Baginya, Mandalika akan menjadi momen spesial yang tak terlupakan di tahun pertamanya di ajang grand prix.
“Ini balapan pertama saya di Mandalika di Moto3. Saya akan melakukan yang terbaik, apalagi kami menjadi tuan rumah,” kata Veda.
Awal musim, target Veda hanya mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Namun hasil yang diraih sejauh ini membuatnya percaya diri untuk bersaing di papan depan dan menambah pengalaman berharga.
Sebagai bagian dari persiapan, Mario dan Veda mendapat kesempatan menjalani latihan di Sirkuit Mandalika sebelum akhir pekan balapan. Keduanya menilai sesi ini menjadi keuntungan besar untuk kembali mengenali karakter lintasan dan beradaptasi dengan kondisi sirkuit.
Latihan terbatas di sirkuit sendiri menjadi modal penting, mengingat kalender MotoGp yang padat dan minimnya waktu adaptasi bagi pembalap tuan rumah.
Chairman MotoGP Indonesia, Troy Warokka, menyatakan pihaknya memberikan dukungan penuh kepada Mario dan Veda. Kehadiran dua pembalap lokal menjadi pembeda MotoGP Mandalika tahun ini sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan balapan langsung.
“Penjualan tiket bergerak lebih cepat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu,” ujar Troy.
Ia berharap dukungan masyarakat bisa menjadi motivasi tambahan bagi Mario dan Veda. Menurutnya, perjuangan mereka bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan Indonesia di ajang balap motor dunia.