Bupati Kutim Pastikan Pengembangan Ekonomi di Karst Sangkulirang-Mangkalihat Tak Rusak Ekosistem, Target Geopark

Penulis: Wendra Kusuma  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 22:19:31 WIB
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memastikan pengembangan ekonomi di Karst Sangkulirang-Mangkalihat tidak merusak ekosistem.

SANGATTA — Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi masuk tahap akhir verifikasi untuk ditetapkan sebagai geopark. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyatakan, status tersebut menjadi momentum untuk memastikan pembangunan ekonomi di wilayah karst tidak merusak keseimbangan alam.

Verifikasi Geopark Selesai, Target Nasional dan Internasional

Tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyelesaikan verifikasi lapangan beberapa hari lalu. Meski masih menunggu penetapan resmi dari pusat, Ardiansyah optimistis langkah ini akan mengukuhkan Kutim sebagai daerah dengan nilai geologi, hayati, dan budaya yang diakui secara global.

"Karst Sangkulirang-Mangkalihat beberapa hari lalu telah selesai dilakukan verifikasi tim dari Kementerian ESDM untuk menjadi geopark," ujar Ardiansyah di Sangatta, Selasa.

Pembangunan Ekonomi Harus Seimbang dengan Alam

Menurut bupati, kekayaan alam yang dimiliki Kutim harus dikelola secara bijaksana. Ia menekankan bahwa kesejahteraan manusia dan kelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang dipertentangkan, melainkan harus berjalan beriringan.

"Manusia harus hidup sejahtera, tetapi alam juga harus tetap lestari. Di sinilah pentingnya kolaborasi semua pihak," kata Ardiansyah saat menerima 396 mahasiswa Universitas Mulawarman Samarinda, Senin (13/7).

396 Mahasiswa KKN Diterjunkan ke 41 Desa

Sebanyak 396 mahasiswa tersebut akan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 40 hari hingga Agustus mendatang. Mereka tersebar di 41 desa/kelurahan pada 13 kecamatan di Kutim.

Bupati berharap mahasiswa dapat mengimplementasikan keterampilan mereka di lapangan, termasuk memberikan penyuluhan kepada petani mengenai teknik budidaya tanaman kakao yang kini dikembangkan di daerah itu.

Potensi 'Magic Land' dengan Garis Pantai 500 Kilometer

Selain kawasan karst, Ardiansyah juga mengenalkan potensi besar lain yang membuat Kutim layak disebut sebagai "magic land". Wilayah ini memiliki kekayaan sumber daya alam lengkap, mulai dari pegunungan, hutan, perkebunan, rawa, sungai, hingga laut.

Kabupaten Kutim memiliki garis pantai hampir 500 kilometer, kawasan bakau luas, tambang, lahan pertanian subur, serta perkebunan dan kehutanan yang terjaga. "Kutim memiliki kekayaan alam luar biasa, maka pembangunan harus dilakukan secara bijaksana," tegasnya.

KKN Jadi Momentum Implementasi Tri Dharma

Kegiatan KKN dinilai menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dari bangku kuliah sekaligus belajar dari kehidupan masyarakat secara langsung. Bupati menekankan bahwa teori dan praktik harus berjalan berdampingan.

"Melalui pelajaran berbagai persoalan di lapangan dan berdiskusi bersama, mereka akan mampu memberikan penyuluhan sederhana kepada petani," katanya.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top