IHSG Rebound ke 6.037, Saham RANS Justru Ambrol 10,53% di Hari Kedua Perdagangan

Penulis: Valdi Pratama  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 09:11:31 WIB
IHSG ditutup menguat 113,48 poin ke level 6.037 pada perdagangan hari ini, Kamis (13/7).

KALIMANTAN TIMUR — HUT ke-34 Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi katalis bagi IHSG untuk bangkit. Indeks komposit melesat 113,48 poin, didorong oleh aksi beli di saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai transaksi tertinggi, mencapai Rp1,1 triliun, diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp597,1 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp582,2 miliar.

Saham RANS: Dari Lonjakan Pagi hingga Jurang Koreksi

Berbeda dengan IHSG, saham RANS justru menjadi salah satu saham paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp820,6 miliar. Pada sesi pagi, saham emiten milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini sempat melesat ke level tertinggi intraday Rp282 per saham. Namun, setelah jeda perdagangan sesi pertama, tekanan jual mendadak deras dan mendorong harga menyentuh level terendah harian di Rp200 per saham.

Total volume saham RANS yang berpindah tangan mencapai 3,4 miliar lembar dengan frekuensi transaksi 694,59 ribu kali. Aksi ambil untung (profit taking) oleh investor yang kebetulan mendapatkan jatah di harga perdana tampak menjadi pemicu utama koreksi ini. Saham RANS akhirnya ditutup di level Rp204, turun 10,53% dari harga IPO-nya.

Sektor LQ45: Barito Pacific dan Amman Mineral Jadi Pendorong

Di luar saham perbankan, sektor energi dan pertambangan turut mendongkrak IHSG. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin daftar penguatan di indeks LQ45 setelah melonjak 8,02% ke Rp1.750. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyusul dengan kenaikan 7,69% ke Rp3.780, sementara PT United Tractors Tbk (UNTR) menguat 5,71% menjadi Rp25.900 per saham.

Penguatan di sektor komoditas ini sejalan dengan sentimen positif harga nikel dan batu bara global yang kembali bergairah. Investor asing pun tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) di pasar reguler, menambah optimisme bahwa IHSG berpotensi melanjutkan tren pemulihan dalam jangka pendek.

Apa Artinya bagi Investor RANS?

Fenomena saham RANS yang bergerak volatil di hari kedua perdagangan bukanlah kejadian langka. Saham dengan kapitalisasi pasar kecil kerap mengalami fluktuasi ekstrem pada masa awal pencatatan. Investor ritel disarankan untuk mencermati fundamental perusahaan dan tidak terjebak pada euforia sesaat. Investasi mengandung risiko.

Ke depan, pergerakan saham RANS akan sangat bergantung pada realisasi rencana bisnis perseroan, mulai dari ekspansi konten digital hingga monetisasi dari ekosistem artis yang dimiliki. Tanpa fundamental yang solid, tekanan jual bisa terus berlanjut. Sebaliknya, jika kinerja kuartal pertama memuaskan, valuasi saat ini bisa menjadi entry point yang menarik bagi investor jangka panjang.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: emitennews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top