Kuota Perjalanan Religi Gratis Kaltim Anjlok 98 Persen, dari 870 Orang Jadi Hanya 14 Orang Imbas Efisiensi Anggaran Pemprov

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Senin, 13 Juli 2026 | 22:09:01 WIB
Kuota peserta program perjalanan religi gratis Pemprov Kaltim tahun ini turun drastis dari 870 orang menjadi 14 orang akibat efisiensi anggaran.

SAMARINDA — Program perjalanan religi gratis, salah satu unggulan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, tahun ini hanya menjangkau 14 orang. Angka itu ambrol drastis dibandingkan tahun lalu yang mencapai 870 orang.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kaltim Dasmiah membenarkan pemangkasan ini. Ia menyebut kebijakan itu murni imbas efisiensi anggaran di lingkungan Pemprov Kaltim.

“Tahun ini hanya untuk 14 orang, karena ada efisiensi anggaran. Kalau sebelumnya mencapai sekitar 870 orang, memang tahun ini berkurang cukup banyak,” ujarnya di Samarinda, Senin (13/7/2026).

Pemangkasan Berlaku untuk Semua Agama

Dasmiah menegaskan pemotongan kuota tidak hanya berlaku untuk program umrah. Pemangkasan mencakup perjalanan religi bagi seluruh pemeluk agama di Kaltim. Kuota 14 orang itu merupakan akumulasi untuk semua golongan.

“Kuota 14 orang itu sudah mencakup semuanya. Nanti akan kami lihat kembali bagaimana pertimbangannya dalam pembahasan selanjutnya,” jelasnya.

Alasan Pemprov: Program Bersifat Individual

Menurut Dasmiah, program perjalanan religi menjadi sasaran efisiensi karena sifatnya individual. Pemerintah menilai program ini tidak menyasar seluruh masyarakat secara langsung dan tidak berkaitan dengan indikator kinerja utama daerah.

Kondisi ini berbeda dengan program unggulan lain seperti pendidikan gratis yang tetap berjalan. Tahun ini, alokasi anggaran untuk pendidikan gratis tetap sebesar Rp1,39 triliun.

Nasib Program Masih Menggantung

Meski demikian, Dasmiah belum bisa memastikan kelanjutan program perjalanan religi gratis. Pihaknya mengaku masih akan mengajukan usulan agar kuota dinaikkan minimal separuh dari jumlah tahun lalu.

“Untuk kelanjutannya, silakan ditanyakan kepada ibu sekda,” tambahnya.

Kepastian program ini baru akan dibahas dalam APBD Perubahan 2026. Masyarakat Kaltim yang sebelumnya terbiasa mengakses program ini pun harus bersabar menunggu keputusan selanjutnya.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: kaltim.akurasi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top