Satpol PP Balikpapan Imbau Warga Tak Beri Uang ke Pengamen di Lampu Merah, Sebabkan Aktivitas Berulang

Penulis: Zaki Mubarak  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 19:00:14 WIB
Satpol PP Balikpapan mengimbau warga tidak memberi uang kepada pengamen di lampu merah untuk mengurangi aktivitas berulang.

BALIKPAPAN — Patroli Wilayah (Patwil) Balikpapan Utara, Laressi, menegaskan bahwa aktivitas mengamen di persimpangan bukan hanya melanggar ketertiban umum, tetapi juga membahayakan nyawa pengamen itu sendiri dan pengguna jalan. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang kepada pengamen maupun pengemis di lampu merah. Semakin sering diberi, mereka akan kembali lagi ke lokasi yang sama,” ujar Laressi, Minggu (12/7/2026).

Pendekatan Humanis Lebih Diutamakan

Alih-alih langsung melakukan tindakan represif, Satpol PP Balikpapan mengedepankan pembinaan. Setiap pengamen yang terjaring dalam patroli akan didata, diberikan pembinaan, dan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. “Kami mengutamakan pendekatan yang humanis. Harapannya mereka memahami bahwa aktivitas di tengah arus lalu lintas dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan,” kata Laressi.

Namun, dalam penertiban di simpang TL Perumnas, seorang pengamen justru berusaha melarikan diri dan sempat melakukan perlawanan saat akan dibina. Berkat bantuan warga sekitar, petugas akhirnya berhasil mengamankan yang bersangkutan tanpa menimbulkan gangguan yang lebih besar. Insiden ini menunjukkan bahwa kesadaran para pengamen terhadap aturan masih rendah.

Kolaborasi Warga Jadi Kunci

Laressi mengapresiasi warga yang aktif melaporkan aktivitas mencurigakan atau mengganggu ketertiban. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat dan aparat menjadi kunci utama dalam menciptakan ruang publik yang aman dan tertib. “Kami berharap masyarakat terus melaporkan apabila menemukan aktivitas serupa. Dengan kerja sama yang baik, penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Satpol PP memastikan patroli rutin akan terus digencarkan di sejumlah persimpangan yang selama ini menjadi titik hitam aktivitas pengamen dan pengemis. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Balikpapan dalam menjaga ketertiban umum sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan. “Penegakan ketertiban bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Kami berharap kesadaran bersama ini dapat menciptakan Kota Balikpapan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi semua,” tutup Laressi.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: inibalikpapan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top