Viking Persib Club Luncurkan Kampanye No Denda, Siapkan Donasi Awal Musim untuk Antisipasi Sanksi

Penulis: Valdi Pratama  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 01:32:31 WIB
Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, meluncurkan kampanye "No Denda" untuk mendukung ketertiban suporter.

KALIMANTAN TIMUR — Ketua Umum VPC, Tobias Ginanjar, mengumumkan inisiatif ini di Bandung, kemarin. Ia menegaskan kampanye tersebut menjadi langkah konkret agar seluruh anggota Viking dan suporter Persib lebih tertib saat memberikan dukungan.

“Kami dari Viking akan membuat kampanye sejak awal musim yaitu kampanye ‘No Denda’,” ujar Tobias. “Mudah-mudahan kampanye ini bisa berjalan dengan baik.”

Donasi Lebih Awal untuk Antisipasi Denda

Tak sekadar kampanye, VPC juga menginisiasi penggalangan donasi sejak awal musim. Skema ini berbeda dibanding musim sebelumnya—pengumpulan dana dilakukan lebih dini agar waktu penghimpunan lebih panjang.

“Jadi harapannya, ketika musim berakhir sudah terkumpul dana yang cukup,” jelas Tobias. “Kalaupun ternyata tidak ada sanksi denda, mudah-mudahan dana tersebut bisa digunakan untuk menambah fasilitas latihan Persib.”

Bentuk Kampanye Masih Dirahasiakan

Mengenai detail program “No Denda”, Tobias belum membuka semuanya. Ia hanya memastikan berbagai rencana sudah disiapkan dan akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Nanti tunggu saja. Yang pasti akan kami siapkan,” imbuh pria yang akrab disapa Tobi tersebut.

Sambut Suporter di Kompetisi Asia

Tobias menyambut baik peluang kehadiran suporter saat Maung Bandung berlaga di kompetisi Asia. Meski babak play-off masih memberlakukan aturan tertentu, setelah fase tersebut penonton sudah diizinkan masuk stadion.

“Kalau di babak play-off memang masih ada aturan tertentu. Namun, setelah itu sudah diperbolehkan ada penonton. Mudah-mudahan stadion bisa kembali penuh saat Persib bermain di kompetisi Asia,” katanya.

Larangan Suporter Tandang: Harapan Baru

Terkait aturan larangan suporter tandang, Tobias menjelaskan bahwa kompetisi Asia tidak melarang pendukung tim tamu hadir. Situasi berbeda terjadi di BRI Super League yang hingga kini masih menerapkan larangan tersebut.

Meski begitu, ia optimistis kondisi bisa berubah seiring membaiknya hubungan antarkelompok suporter di Indonesia.

“Kalau di Indonesia memang aturannya masih ada perbatasan. Namun, musim lalu sudah terlihat kalau hubungan antar suporter berjalan baik,” kata Tobias. “Jadi pada akhirnya tergantung bagaimana suporter di kota tujuan dapat menerima kehadiran kami.”

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: bola.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top