Pemerintah Tahan Tarif Listrik PLN hingga September 2026, Bahlil: Daya Beli Masyarakat Jadi Prioritas

Penulis: Wendra Kusuma  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 14:49:01 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keputusan penahanan tarif listrik hingga September 2026.

KALIMANTAN TIMUR — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengumumkan tarif listrik untuk triwulan III 2026 tidak berubah. Kebijakan ini berlaku untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi yang secara regulasi seharusnya mengalami penyesuaian setiap tiga bulan berdasarkan formula tariff adjustment.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, akumulasi kenaikan parameter ekonomi makro pada Februari hingga April 2026 sudah memicu lonjakan tarif. Selain kurs rupiah yang terdepresiasi dan ICP yang meroket, inflasi tercatat 0,21 persen, sementara Harga Batubara Acuan (HBA) dipatok USD70 per ton sesuai kebijakan DMO.

Pemerintah Tanggung Selisih Biaya Operasional PLN

Keputusan menahan tarif memaksa pemerintah menggelontorkan anggaran tambahan untuk menutup selisih biaya keekonomian operasional PLN. "Demi menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi nasional, Pemerintah memutuskan tarif listrik Triwulan III Tahun 2026 tetap atau tidak naik," tegas Bahlil dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2026).

Di sisi lain, pemerintah memastikan 24 golongan pelanggan bersubsidi tidak akan merasakan perubahan tarif sama sekali sepanjang kuartal ini. Kelompok yang dilindungi meliputi pelanggan sosial, rumah tangga miskin, bisnis kecil, industri kecil, serta pelaku UMKM.

"Pemerintah berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, terjangkau, dan berkeadilan," ujar Bahlil.

Efisiensi PLN dan Imbauan Hemat Listrik

Kementerian ESDM kini mendesak manajemen PLN untuk menjalankan efisiensi operasional secara ketat guna menekan beban pokok penyediaan listrik. Perusahaan pelat merah itu juga diminta meningkatkan kualitas layanan pelanggan dan menjaga keandalan pasokan ke sektor manufaktur di tengah volatilitas ekonomi global.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk mulai mempraktikkan penghematan konsumsi listrik. Langkah kecil ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional ke depan, terutama saat tekanan fiskal akibat intervensi tarif terus berlanjut.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: kabarbursa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top