BONTANG — Gangguan pasokan listrik berskala besar mengancam Kalimantan Timur setelah dua unit PLTU mengalami kerusakan simultan. Proses perbaikan kedua pembangkit diperkirakan memakan waktu hingga satu bulan, memaksa PT PLN (Persero) menerapkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.
Kerusakan menimpa dua PLTU yang menjadi andalan sistem kelistrikan Kalimantan Timur. Hingga saat ini, pihak terkait belum merinci secara spesifik jenis kerusakan yang terjadi, namun dampaknya langsung terasa pada berkurangnya daya mampu pasok ke jaringan.
Akibatnya, PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terpaksa mengatur jadwal pemadaman bergilir. Langkah ini diambil untuk menjaga kestabilan sistem dan mencegah pemadaman total yang lebih luas.
Masa pemulihan yang mencapai satu bulan membuat warga dan pelaku industri di Kalimantan Timur harus bersiap. Aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga operasional pabrik berpotensi terganggu jika tidak memiliki cadangan listrik mandiri.
Masyarakat diimbau untuk mengisi daya perangkat komunikasi dan menyiapkan penerangan alternatif selama jadwal pemadaman berlangsung. Sektor industri yang bergantung pada pasokan listrik stabil disarankan mengatur ulang jadwal produksi.
Hingga berita ini diturunkan, PLN masih menyusun jadwal detail pemadaman bergilir di tiap wilayah. Informasi resmi mengenai titik dan durasi pemadaman diharapkan segera dikeluarkan dalam waktu dekat.
Langkah percepatan perbaikan terus dilakukan tim teknis di lapangan. Namun, kompleksitas kerusakan pada dua unit PLTU sekaligus menjadi tantangan tersendiri dalam upaya normalisasi pasokan listrik di Kalimantan Timur.