Rupiah Menguat 63 Poin ke Rp17.859 per Dolar AS, Impor Solar 300.000 Barel Akan Dihentikan Tahun Ini

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Senin, 29 Juni 2026 | 10:20:01 WIB
Rupiah menguat ke Rp17.859 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pekan ini.

KALIMANTAN TIMUR — Rupiah mengawali pekan dengan performa positif setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya masih tertekan di Rp17.922 per dolar AS. Penguatan ini membalikkan tren pelemahan yang terjadi sepanjang pekan lalu, di mana rupiah sempat menyentuh level Rp17.967 per dolar AS pada Kamis (25/6) akibat kekhawatiran suku bunga tinggi The Fed hingga akhir 2026.

Data pasar menunjukkan rupiah bergerak di kisaran Rp17.845 hingga Rp17.967 per dolar AS dalam sepekan terakhir. Level tertinggi tercatat pada 22 Juni di Rp17.813 per dolar AS, sebelum kembali tertekan oleh kenaikan harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik AS-Iran.

Kebijakan Setop Impor Solar Jadi Daya Tarik Baru

Penguatan rupiah pada sesi pembukaan pagi ini tidak bisa dilepaskan dari pengumuman pemerintah yang akan menghentikan impor solar sebanyak 300 ribu barel per hari. Kebijakan ini diproyeksikan menghemat devisa secara signifikan dan memperbaiki defisit neraca migas yang selama ini menjadi beban nilai tukar.

Para pelaku pasar menilai langkah ini sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah serius mengurangi ketergantungan energi impor. Jika terealisasi penuh, penghematan devisa diperkirakan bisa mencapai miliaran dolar per tahun, memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas kurs tanpa intervensi berlebihan.

Tekanan Global Belum Sepenuhnya Hilang

Meski menguat di awal pekan, pergerakan rupiah sepanjang hari ini diperkirakan masih akan diuji oleh sentimen eksternal. Rilis data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat dan sikap hawkish The Fed yang masih bertahan menjadi faktor yang membayangi mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Sebelumnya, pada Rabu (24/6), rupiah sempat melemah 0,40 persen ke Rp17.931 per dolar AS karena pasar kembali mengkhawatirkan suku bunga acuan AS yang tetap tinggi. Pelemahan juga terjadi pada Selasa (23/6) di mana rupiah dibuka turun 16 poin ke Rp17.859 per dolar AS.

Apa Arti Penguatan Ini bagi Investor dan Pelaku Bisnis

Bagi importir, penguatan rupiah memberikan sedikit ruang napas setelah tekanan bertubi-tubi dalam beberapa pekan terakhir. Biaya impor bahan baku dan barang modal menjadi lebih murah dalam denominasi rupiah, meskipun volatilitas masih tinggi.

Sementara itu, eksportir perlu mencermati pergerakan ini karena penguatan rupiah bisa menekan margin pendapatan yang diterima dalam mata uang lokal. Investor di pasar keuangan disarankan untuk tetap waspada terhadap dinamika pasar yang bisa berubah cepat, terutama menjelang rilis data inflasi AS dan keputusan suku bunga domestik.

Investasi mengandung risiko. Pergerakan nilai tukar dapat berubah sewaktu-waktu dipengaruhi oleh faktor global dan domestik yang sulit diprediksi.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: mediaindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top