BALIKPAPAN — PELNI membuka masa pemesanan tiket diskon 30 persen untuk rute kapal ekonomi mulai pekan depan. Kebijakan ini menyasar masyarakat yang hendak bepergian saat liburan sekolah, termasuk warga Balikpapan dan sekitarnya yang ingin mudik atau berwisata ke luar daerah.
PELNI memperkirakan sekitar 693 ribu pelanggan di seluruh Indonesia bakal memanfaatkan program tarif khusus ini. Namun, Juni Samsudin mengingatkan bahwa kuota tiket bersubsidi sifatnya terbatas. Begitu kuota penuh, tarif normal akan kembali berlaku.
"Kami mengajak masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan dan melakukan pembelian tiket lebih awal," ujarnya.
Tidak semua tiket bisa mendapatkan potongan harga. Diskon hanya berlaku untuk pembelian yang dilakukan dalam periode 6 Juni hingga 15 Agustus 2026. Tiket yang sudah dibeli sebelum tanggal tersebut tidak bisa dikembalikan selisih harganya.
Penumpang juga wajib melakukan perjalanan sesuai identitas yang tertera pada tiket. PELNI mengimbau agar masyarakat hanya membeli melalui kanal resmi untuk menghindari penipuan.
Pembelian tiket bisa dilakukan lewat aplikasi PELNI Mobile, situs web resmi, Contact Center 162, atau loket cabang. Selain itu, tersedia pula layanan perbankan digital seperti BCA Mobile, myBCA, Sukha by Livin' Mandiri, BNI Agen46, BRImo, dan BRILink Agen.
Untuk pembayaran, PELNI bekerja sama dengan BRIVA, BNI Virtual Account, Mandiri Virtual Account, dan Permata Bank. Tiket juga bisa dibeli di gerai Indomaret, Alfamart, Alfamidi, serta platform digital seperti GoPay, OVO, MyTelkomsel, Fastpay, Easybook, dan VIA.com.
Kalimantan Timur memiliki garis pantai panjang dan sejumlah pelabuhan yang menjadi simpul transportasi laut antarprovinsi. Dengan potongan harga ini, ongkos perjalanan menggunakan kapal PELNI menjadi lebih ringan, terutama bagi keluarga yang ingin berkunjung ke kampung halaman atau destinasi wisata di luar pulau.
Juni menyebut program ini juga bertujuan mendukung sektor pariwisata dan pertumbuhan aktivitas ekonomi di berbagai daerah. "Momentum libur sekolah selalu menjadi salah satu periode dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi," katanya.