KALIMANTAN TIMUR — Kepergian Silva diumumkan langsung oleh Fulham melalui pernyataan resmi klub, Rabu (28/5). Keputusan ini mengakhiri periode yang cukup sukses di Craven Cottage, di mana ia membawa tim promosi dari Championship dan stabil di papan tengah Premier League.
Di bawah asuhan Silva, Fulham finis di peringkat ke-11 Premier League dalam dua musim beruntun—sebuah pencapaian yang terbilang solid untuk klub sebesar Fulham. Ia juga mengantar tim ke semifinal Carabao Cup 2023-24, meski kalah agregat dari Liverpool.
Catatan lain yang patus disebut: Fulham mengoleksi 54 poin di Premier League 2024-25, rekor tertinggi klub di era Premier League. Musim itu juga menjadi musim dengan jumlah kemenangan terbanyak (15) yang diraih sebanyak tiga kali di bawah Silva.
Fulham sebenarnya ingin mempertahankan Silva dan telah menawarkan kontrak baru. Namun, peluang melatih di kompetisi Eropa menjadi daya tarik utama. Benfica, yang finis ketiga di Liga Portugal di bawah Mourinho, akan berlaga di kualifikasi Liga Europa musim depan.
“Fulham dan Marco adalah pasangan yang cocok selama lima musim, tapi perubahan adalah hal yang tak terhindarkan dalam sepak bola,” ujar pemilik Fulham, Shahid Khan, dalam pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa klub sudah menyiapkan rencana suksesi.
Dalam surat terbuka yang diunggah di situs klub, Silva mengucapkan terima kasih kepada para pendukung Fulham. “Saya meminta kalian, sejak hari pertama, untuk selalu bersama kami. Dan itulah yang kalian lakukan selama lima tahun terakhir,” tulisnya.
“Kami mencapai banyak hal bersama. Staf saya dan saya selalu merasakan dukungan kalian. Itu tidak akan pernah terlupakan. Fulham akan selalu di hatiku, dan cepat atau lambat saya akan kembali ke Craven Cottage,” lanjut Silva.
Kepergian Silva membuka spekulasi mengenai penggantinya. Dua nama awal yang dikaitkan adalah Kieran McKenna (Ipswich Town) dan Thomas Frank, mantan pelatih Brentford dan Tottenham. Khan menyebut Fulham sebagai “destinasi yang sangat menarik bagi pelatih kepala baru” dan akan menunjuk pengganti “secara tepat waktu namun hati-hati”.
Silva sendiri memulai karier kepelatihannya di Inggris bersama Hull City pada 2017, meski gagal menghindarkan mereka dari degradasi. Sebelum ke Fulham, ia pernah menangani Everton dan Watford dengan hasil yang naik-turun. Kepindahannya ke Benfica juga berarti ia akan menghindari reuni Premier League dengan Hull musim depan, setelah tim promosi itu lolos lewat play-off.